BANDUNG,LENTERAJABAR.COM - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan pembayaran
zakat, selain membersihkan harta, juga dapat menumbuhkan harta.
"Zakat punya dua makna, pertama membersihkan harta yang kita miliki, makna yang kedua yakni zakat itu menumbuhkan harta masyarakat yang berzakat," kata Aher, usai menghadiri acara Gerakan Sadar Zakat Menuju Kebangkitan Zakat di Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Selasa (13/6/2017).
Ia menuturkan makna zakat bisa menumbuhkan harta mukazi (orang yang membayar zakat) tertera dalam Surat Al-Baqarah ayat 261.
"Perumpamaan orang yang membayar zakat itu serupa dengan menanam sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji jadi 700 kali. Jadi ketika kita berzakat selain memberdayakan fakir miskin, di saat yang sama sisa harta tersebut akan berkembang,"ujarnya.
Selain itu, lanjut Aher, zakat juga bisa menghindarkan penumpukan harta sehingga tidak ada lagi ketimpangan antara warga miskin dan kaya.
"Pada hari ini, di satu belahan dunia ada negara yang penduduknya sangat kaya sekali tapi di satu negara lain ada negara yang penduduknya kelaparan. Ini artinya ada distribusi yang tidak merata dan ini bisa diselesaikan dengan zakat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat tersebut membayarkan zakat fitrah untuk dirinya, istri, enam anak kandung, anak angkat, pembantu dan pengasuh anaknya di stand Baznas Provinsi Jawa Barat yang didirikan di Aula Barat Gedung Sate Bandung.
Sementara itu, Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Jawa Barat menargetkan bisa meraih zakat fitrah, zakat mal, infak dan sedekah selama Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah/2017 Masehi sebesar Rp230 miliar.
"Tahun kemarin selama bulan ramadhan kita berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp217 miliar dari zakat fitrah, zakat mal, infak dan sedekah. Tahun ini kita targetkan bisa mengumpulkan sekitar Rp230 miliar dari zakat fitrah, zakat mal, infak dan sedekah," kata Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat Arif Ramdani.
Arif mengatakan potensi zakat di Provinsi Jawa Barat sangat besar yakni mencapai Rp17,6 triliun.
"Menurut seorang peneliti Dr Irfan Syauqi Beik, ahli ekonomi Islam, potensi zakat di Jawa Barat itu terbesar di Indonesia, yakni mencapai Rp17,6 triliun. Kalau potensi se-Indonesia sekitar Rp217 triliun," kata dia.(Red/Hms)
"Zakat punya dua makna, pertama membersihkan harta yang kita miliki, makna yang kedua yakni zakat itu menumbuhkan harta masyarakat yang berzakat," kata Aher, usai menghadiri acara Gerakan Sadar Zakat Menuju Kebangkitan Zakat di Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Selasa (13/6/2017).
Ia menuturkan makna zakat bisa menumbuhkan harta mukazi (orang yang membayar zakat) tertera dalam Surat Al-Baqarah ayat 261.
"Perumpamaan orang yang membayar zakat itu serupa dengan menanam sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji jadi 700 kali. Jadi ketika kita berzakat selain memberdayakan fakir miskin, di saat yang sama sisa harta tersebut akan berkembang,"ujarnya.
Selain itu, lanjut Aher, zakat juga bisa menghindarkan penumpukan harta sehingga tidak ada lagi ketimpangan antara warga miskin dan kaya.
"Pada hari ini, di satu belahan dunia ada negara yang penduduknya sangat kaya sekali tapi di satu negara lain ada negara yang penduduknya kelaparan. Ini artinya ada distribusi yang tidak merata dan ini bisa diselesaikan dengan zakat," katanya.
Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Provinsi Jawa Barat tersebut membayarkan zakat fitrah untuk dirinya, istri, enam anak kandung, anak angkat, pembantu dan pengasuh anaknya di stand Baznas Provinsi Jawa Barat yang didirikan di Aula Barat Gedung Sate Bandung.
Sementara itu, Badan Amil Zakat (Baznas) Provinsi Jawa Barat menargetkan bisa meraih zakat fitrah, zakat mal, infak dan sedekah selama Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah/2017 Masehi sebesar Rp230 miliar.
"Tahun kemarin selama bulan ramadhan kita berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp217 miliar dari zakat fitrah, zakat mal, infak dan sedekah. Tahun ini kita targetkan bisa mengumpulkan sekitar Rp230 miliar dari zakat fitrah, zakat mal, infak dan sedekah," kata Ketua Baznas Provinsi Jawa Barat Arif Ramdani.
Arif mengatakan potensi zakat di Provinsi Jawa Barat sangat besar yakni mencapai Rp17,6 triliun.
"Menurut seorang peneliti Dr Irfan Syauqi Beik, ahli ekonomi Islam, potensi zakat di Jawa Barat itu terbesar di Indonesia, yakni mencapai Rp17,6 triliun. Kalau potensi se-Indonesia sekitar Rp217 triliun," kata dia.(Red/Hms)