BANDUNG,LENTERAJABAR.COM - Menjelang pemilihan Gubernur Jawa Barat,partai-partai politik mulai menyelesksi kader terbaiknya nunutuk di usung menjadi Gubernur maupun wakil gubernur.Beberapa waktu lalu Partai Keadilan Sejahtera(PKS) memunculkan dua kader terbaiknya yaitu Netty Prestyani Heryawan dan Ahmad Syaiku .
Berdasarkan hasil survei dan kajian internal PKS,memunculkan nama Ahmad Syaiku yang juga Ketua DPW PKS Jawa Barat yang saat ini menjabat Wakil Walikota Bekasi di rekomendasikan untuk maju sebagai bakal calon Gubernur atau wakil gubernur Jabar pada pemilukada 2018 mendatang,demikian hal tersebut diungkapkan Shohibul Iman presiden PKS kepada wartawan saat acara Halal Bi Halal PKS Kota Bandung di Bikasoga Sabtu lalu.
Saat di mintai tanggapannya terkait keputusan partainya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher menyatakan dapat menerima keputusan DPP PKS yang tidak mengusung istrinya, Netty Heryawan, ke Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.
"Enggak' ada masalah apa-apa. 'Kan sebagai kader dari awal kita dipakai atau dicalonkan alhamdulillah, dan kalaupun tidak, alhamdulillah," kata Ahmad Heryawan setelah menghadiri acara Annual Summit Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Jawa Barat 2017 di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Rabu.
Lebih lanjut Ia menyatakan tetap mensyukuri segala keputusan yang diterima oleh istrinya dari DPP PKS terkait Pilgub Jabar."Dari awal saya itu tidak mempermasalahkan. Kalau ibu (Netty) dicalonkan, alhamdulillah. Kalau tidak, juga alhamdulillah," kata dia.
Ia mengatakan kabar istrinya tidak jadi diusung oleh DPP PKS, barur didapatkannya dari media massa.
"Saya tahu kabar ini malah dari teman-teman wartawan juga," kata dia.
Ketika ditanyakan apakah DPP PKS telah menghubungi Aher terkait keputusan mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar, ia mengaku belum dihubungi."Belum, belum, atau 'enggak' perlu kontak," kata pria berkacamata ini.
Menjelang pilkada Jabar tahun depan, beberapa orang yang santer disebut-sebut akan bertarung, antara lain Ridwan Kamil, yang kini sebagai Wali Kota Bandung, dan Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta yang juga Ketua Partai Golkar Jabar.(Red)
Berdasarkan hasil survei dan kajian internal PKS,memunculkan nama Ahmad Syaiku yang juga Ketua DPW PKS Jawa Barat yang saat ini menjabat Wakil Walikota Bekasi di rekomendasikan untuk maju sebagai bakal calon Gubernur atau wakil gubernur Jabar pada pemilukada 2018 mendatang,demikian hal tersebut diungkapkan Shohibul Iman presiden PKS kepada wartawan saat acara Halal Bi Halal PKS Kota Bandung di Bikasoga Sabtu lalu.
Saat di mintai tanggapannya terkait keputusan partainya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher menyatakan dapat menerima keputusan DPP PKS yang tidak mengusung istrinya, Netty Heryawan, ke Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018.
"Enggak' ada masalah apa-apa. 'Kan sebagai kader dari awal kita dipakai atau dicalonkan alhamdulillah, dan kalaupun tidak, alhamdulillah," kata Ahmad Heryawan setelah menghadiri acara Annual Summit Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Jawa Barat 2017 di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Rabu.
Lebih lanjut Ia menyatakan tetap mensyukuri segala keputusan yang diterima oleh istrinya dari DPP PKS terkait Pilgub Jabar."Dari awal saya itu tidak mempermasalahkan. Kalau ibu (Netty) dicalonkan, alhamdulillah. Kalau tidak, juga alhamdulillah," kata dia.
Ia mengatakan kabar istrinya tidak jadi diusung oleh DPP PKS, barur didapatkannya dari media massa.
"Saya tahu kabar ini malah dari teman-teman wartawan juga," kata dia.
Ketika ditanyakan apakah DPP PKS telah menghubungi Aher terkait keputusan mengusung Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar, ia mengaku belum dihubungi."Belum, belum, atau 'enggak' perlu kontak," kata pria berkacamata ini.
Menjelang pilkada Jabar tahun depan, beberapa orang yang santer disebut-sebut akan bertarung, antara lain Ridwan Kamil, yang kini sebagai Wali Kota Bandung, dan Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta yang juga Ketua Partai Golkar Jabar.(Red)